
Bireuen – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Institut Teknologi Del yang berlokasi di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada Rabu (01/04/2026). Dukungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan data.
Dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI di Kawasan Danau Toba, Wamen Ossy menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN siap memberikan kepastian terkait tata ruang dan status tanah sebagai faktor utama dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat.
TSTH2 sendiri merupakan kawasan riset terpadu yang berfokus pada pengembangan bibit unggul di sektor pertanian. Selain itu, kawasan ini dirancang sebagai pusat budidaya tanaman herbal dari tingkat lokal hingga internasional, dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus mendorong inovasi berbasis teknologi.
Wamen Ossy menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan. Ia juga memberikan apresiasi kepada Institut Teknologi Del dan pihak terkait atas inisiatif pengembangan kawasan TSTH2.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan bahwa setiap upaya pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan nasional, harus didukung oleh riset yang kuat. Menurutnya, data hasil penelitian menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan, bukan sekadar asumsi.
Ia juga menilai bahwa berbagai elemen pendukung pengembangan TSTH2 telah tersedia, sehingga langkah selanjutnya adalah memastikan pelaksanaan yang terintegrasi dan kolaboratif antar pihak terkait.
Usai rapat, Wamen Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan sejumlah perwakilan kementerian/lembaga melakukan peninjauan ke greenhouse pembibitan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, dengan berbagai jenis tanaman hortikultura dan herbal seperti kentang, bawang, cabai, serta tanaman obat.
Turut mendampingi Wamen Ossy dalam kegiatan ini antara lain Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari dan Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Sri Pranoto beserta jajaran.
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional